Media Sultra

Olahraga

Kendari (Media Sultra):

Jika tidak segera dilakukan antisipasi sejak dini terkait kenaikan inflasi tiga kali lipat dari angka nasional, maka stabilitas daerah akan terancam, baik dari sisi sosial, politik dan hukum.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kendari, Lawang.M Siagian, kepada Media Sultra, di Kendari, Mingu (31/7), mengatakan, laju inflasi Kendari saat ini yang mencapai 4,04 dari 1,06 inflasi nasional, menjadi ancaman nyata yang dihadapi pemerintah sekarang.

“Jika ini terakumulasi maka disvarietas (jarak) antara si miskin dan sikaya semakin tinggi, itu akan mendorong tindak kriminal sehingga stabilitas daerah akan terganggu” kata Lawang.

Untuk antisipasi dini, kata Lawang, selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut mengambil peran didalamnya. Salah satunya dengan tidak mengubah pola konsumsinya dalam bulan ramadhan ini.

Tidak mengubah pola konsumsi dimaksudkan adalah, tidak membeli kebutuhannya secara berlebihan karena berpikir bahwa bulan ramadhan sejumlah barang akan naik.

“Tidak perlu memborong lalu dijadikan stok karena takut akan barang-barang naik, pemerintah sudah menjamin ketersediaan barang itu tidak perlu hawatir,” kata Lawang.

Antisipasi kedua adalah, kepedulian sosial oleh semua pihak yang memiliki kelebihan harta untuk berbagi dengan sesame berupa paket-paket sembako.

Sementara untuk pemerintah daerah sendiri sudah melakukan langkah-langkah antisipasi lonjakan inflasi. Diantaranya operasi pasar murah yang akan dimulai pada tanggal 15 hingga 25 Agustus 2011, di pelataran Eks MTQ. (Cr-8).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s